disfungsi-ereksi-impotenGangguan fungsi seksual yang paling membuat pria resah adalah disfungsi ereksi, selain EJAKULASI DINI. Disfungsi ereksi atau impotensi bisa memicu berbagai masalah di kemudian hari seperti keutuhan rumah tangga. Banyak perceraian terjadi, tidak hanya di kota-kota besar melainkan juga di berbagai tempat, akibat kepuasan seksual tidak tercapai pada kedua belah pihak.

Pasangan suami istri sebenarnya bisa saja meraih keharmonisan dan kebahagiaan lebih maksimal bila dibarengi dengan pemahaman seksual yang tepat. Salah satunya masalah disfungsi ereksi (DE) sebagai sebuah kondisi saat pria tidak lagi bisa mencapai ataupun mempertahankan ereksi penis secara optimal untuk mencapai kepuasan seksual.

Kualitas Ereksi Pria

impotensiMasuk golongan manakah Anda dalam skala kualitas ereksi berikut ini? Dengan mengikuti tes Erection Hardness Score (EHS), ada empat skala ereksi, di mana ini bisa menentukan seseorang menderita Disfungsi Ereksi atau tidak.

  1. Skala 1 (Severe Erectile Dysfunction). Ini adalah ukuran Disfungsi Ereksi yang cukup berat atau parah. Dalam skala ini, penis memang membesar tapi tidak keras, digambarkan seperti tapai.
  2. Skala 2 (Moderate Erectile Dysfunction). Di sini penis bisa keras, namun demikian tidak kuat digunakan untuk melakukan penetrasi. Loyo, ya seperti membengkok saat akan melakukan penetrasi. Ereksi seperti pisang. Disfungsi ini dibilang skala moderat, ereksi terjadi, tapi tidak mengeras.
  3. Skala 3 (Suboptimal Erection). Pada skala ini disebut skala ringan. Banyak dialami para pria umumnya. Penis memang ereksi, tapi digambarkan seperi sosis, dan walaupun tetap bisa melakukan hubungan intim namun tidak terlalu optimal untuk memberikan kepuasan pasangan.
  4. Skala 4 (Optimal Erection). Inilah idaman para pria dan wanita. Penis ereksi keras digambarkan seperti timun. Kepuasan kedua belah pihak akan mudah didapatkan dalam ereksi jenis ini.

Yang perlu disadar, pihak yang menginginkan ereksi lebih optimal bukanlah hanya pria itu sendiri, tapi justru sang pasangan atau istri. Hal ini karena istri juga menginginkan mendapatkan kepuasan seksual yang utuh, dan ini hanya terjadi bila ereksi lebih optimal. Bahkan menurut artikel Kompas.com sebanyak 88 persen kaum wanita mengaku KURANG PUAS dengan kekuatan ereksi pasangannya (APSHOW 2008).

Penyebab Ereksi  Loyo, Lemah Syahwat

Penting diperhatikan bahwa bukan hanya kurangnya atau tidak adanya LIBIDO saja yang bisa menyebabkan ereksi tidak maksimal atau loyo atau lemah syahwat atau impotensi atau disfungsi ereksi (DE). Berbagai factor seperti adanya gangguan penyakit hingga problem psikologis dengan pasangan juga bisa membuat penis loyo kehilangan tenaga.

Ada yang mengatakan bahwa pria disebut mengalami DISFUNGSI EREKSI bila secara terus-menerus tidak bia ereksi hingga tiga bulan. Ketidakmampuan yang terjadi secara terus-menerus. Bahkan bila dengan pasangan yang berbeda pun tidak bisa terjadi ereksi yang maksimal maka persis seseorang mengalami gangguan disfungsi ereksi.

Secara umum penyebab utama DISFUNGSI EREKSI ada, yakni:

  1. Faktor psikogenik. Yang disebut faktor psikogenik adalah hal-hal yang terkait dengan kondisi kejiwaan. Mungkin karena karena komunikasi yang kurang baik, merasa rendah diri karena sulit membuat pasangan orgasme, rasa rendah diri yang membuat stress, depresi, rasa bersalah dan takut. Hal-hal ini harap diperhatikan potensial menyebabkan impotensi.
  2. Faktor organik. Adalah pengertian dari factor organik adalahy adanya derita gangguan penyakit tertentu. Penyakit disfungsi ereksi umumnya disebabkan karena masalah ini. Contoh adalah penyakit diabetes yang sudah tak terkendali dan parah, kolesterol tinggi, hipertensi atau riwayat kecanduan dan lainnya. Efek dari penyakit-penyakit ini bisa mengganggu saraf dan pembuluh darah. Akibatnya aliran darah ke penis sebagai syarat untuk terjadinya EREKSI justru terhambat.

Dengan begitu untuk para pria sebaiknya perlu bisa mengenali tanda dan penyebab disfungsi ereksi ini agar bisa didapatkan terapi pengobatan yang tepat pula. Contoh bila disebabkan karena penyebab organik, ditandai dengan mulai hilangnya minat, ukuran testis mengecil, serta penurunan pada penanda seksual sekunder, yakni lemahnya kekuatan otot.

Adapun untuk jenis pengobatan bisa dilakukan 3 jenis sesuai dengan tingkat Disfungsi Ereksinya sendiri.

  1. Mengobat penyebab dan mulai mengubah gaya hidup dan konsumsi obat tertentu.
  2. Terapi injeksi sildenafil ke badan penis serta injeksi sildenafil ke saluran kencing. Hanya saja, pengobatan ini mulai dibatasi karena minimnya penyerapan obat di uretra.
  3. Operasi atau terapi hormon yang diikuti dengan terapi seks tertentu.

Inti dari semuanya kembali kepada pola hidup sehat, yakni adanya asupan bernutrisi seimbang dan olahraga. JANGAN KHAWATIR penyakit disfungsi ereksi tetap bisa diperbaiki dengan pola hidup sehat dan terapi tertentu.Pilih cara sehat dan tidak berefeksamping.

Sumber: Kompas.com

Salam sehat sukses dan bahagia selalu untuk keluarga Anda