Anda mengalami keputihan? Sebagian wanita menganggapnya wajar tapi cukup bikin sebel juga.

Wanita menganggap keputihan sebagai sesuatu yang wajar terjadi bahkan mungkin bisa dikatakan hampir setiap wanita pernah mengalami keputihan. Yang perlu dipahami, bahayakah keputihan? Sebab masih banyak kaum wanita yang belum memahami apa itu, penyebab dan hal-hal seputar keputihan.

Bukan Penyakit, Tapi Gejala

gambar keputihanDalam hal ini perlu ditegaskan bahwa keputihan BUKANLAH merupakan penyakit itu sendiri, namun merupakan sebuah GEJALA. Ada yang bersifat normal namun tidak jarang pula yang bersifat sebagai pertanda sebuah penyakit. Dari berbagai informasi disimpulkan bahwa keputihan bisa timbul karena berbagai macam sebab, misalnya kurang gizi, kelelahan, jamur atau parasit. Keputihan bisa juga muncul akibat efek dari alat kontrasepsi yang dipakai seorang wanita. Pada wanita hamil lazim mengalami keputihan, dan itu merupakan sesuatu yang wajar terjadi.

Berikut ini beberapa jenis keputihan yang dikenal dalam dunia medis. Ada keputihan jenis vaginosis dengan ciri berwarna abu-abu dan berbau amis. Juga ada yang berjenis candidiasis yakni cairan yang keluar berwarna putih susu yang bergumpal disertai rasa gatal akibat jamur

[candida albican] atau dikenal juga jenis [trichomonas vaginalis].

Umumnya, keputihan ditandai dengan terjadinya pengeluaran cairan dari vital wanita. Bahkan bila keputihan yang terjadi tergolong parah, ia bisa keluar seperti bercampur dengan darah.

Yang jelas ada dua katagori keputihan:

  1. Keputihan fisiologis (normal) yang hampir semua wanita pernah mengalaminya.
  2. Keputihan yang patogis (abnormal), yaitu yang sudah berlebihan, berlangsung lama, berulang, baunya sampai busuk, yang menimbulkan rasa nyeri, panas dan gatal.

Pemicu keputihan antara lain karena seorang wanita memiliki aktivitas yang padat dan melelahkan, sehingga menyebabkan daya tahan tubuhnya turun, lalu muncul keputihan. Selain itu karena kurang terjaganya daerah reproduksi yang memiliki kelembaban tinggi.

Keputihan juga mengganggu proses reproduksi seorang wanita. Bahkan keputihan yang tidak normal dapat menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Namun, kemandulan itu tidak primer dan dapat disembuhkan, karena kemandulan itu disebabkan oleh tersumbatnya indung telur.

penyebab wanita keputihanInfeksi jamur biasanya berasal dari golongan candida atau monilla, akibat perubahan kadar hormone, gula darah dan rendahnya daya tahan tubuh. Dari bakteri, biasanya aktifnya jamur (hemifilus vaginalis). Bakteri ini tergolong ganas dan dapat menular melalui hubungan seksual, sedangkan jenis infeksi parasit berasal dari golongan (trikomonas) yang juga bisa menular melalui hubungan seksual. Umumnya, 35% masalah yang menyangkut organ reproduksi adalah keputihan, selebihnya infeksi.

Tapi patut diingat bahwa pada vagina wanita dewasa terdapat bakteri yang baik yang disebut (basil doderien). Dalam keadaan normal jumlah basil ini cukup dominant dan membuat lingkungan vagina bersifat asam, sehingga vagina mempunyai daya proteksi yang cukup kuat.

Keputihan dapat dicegah dengan menjalankan beberapa petunjuk diantaranya menghindari pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap keringat. Hal ini perlu untuk menghindari iritasi, sehingga menimbulkan infeksi, pilihlah pakaian dalam yang terbuat dari katun dan ganti setiap hari, kemudian perhatikan dan merawat daerah intim. Jangan duduk pada toilet umum jika terpaksa, keringkan organ intim dengan menggunakan handuk atau tissue. Bagi yang sudah menikah, dianjurkan untuk pemeriksaan diri kedokter sekurang-kurangnya tiga bulan sekali dan hindari penggunaan cairan pembersih secara berlebihan justru dikhawatirkan akan membunuh organisme yang membantu menjaga kelembaban di bagian organ reproduksi tersebut.

Sumber : Media Indonesia

Mengalami KEPUTIHAN ? Coba TISU MAJAKANI

Salam sehat dan bahagia selalu untuk Anda …