penyakit-Usus-BuntuUsus buntu merupakan bagian dari usus besar. Hingga saat ini fungsi usus buntu belum diketahui secara pasti. Namun, apabila usus buntu mengalami gangguan maka akan terjadi kelainan pada proses pencernaan di dalam tubuh kita. Usus buntu yang mengalami kelainan berupa peradangan yang terjadi di usus akan mengakibatkan penyakit usus buntu.

Gejala Usus Buntu

Gejala usus buntu yang sering terjadi adalah timbulnya rasa sakit yang sangat pada bagian perut yang diiringi rasa melilit. Terkadang rasa melilit itu disertai demam tinggi, mual dan berkurangnya nafsu makan. Pada saat seseorang merasakan perut yang melilit, mereka akan mengiranya sakit magh biasa. Ternyata saat diselidiki lebih lanjut, rasa yang ditimbulkan merupakan gejala dari penyakit usus buntu. Gejala magh dan usus buntu memang sama sehingga kita akan kesulitan untuk membedakannya.

Gejala usus buntu yang lain adalah diare. Orang yang menderita usus buntu juga mengalami diare yang berlarut-larut. Selain itu, penderita akan merasakan sakit yang luar biasa pada bagian perut. Sakit yang terjadi akan bertambah seiring dengan bertambah buruknya penyakit usus buntu yang diderita.

Pada kondisi seperti ini, perut akan mengalami kram yang mengakibatkan penderita tidak dapat melakukan aktifitas apa-apa. Penderita akan kesulitan membuang gas dan akan mengalami susah buang air besar. Karena sulit untuk buang air besar dan buang gas, penderita akan mengalami rasa nyeri. Rasa nyeri ini diakibatkan karena kurangnya jumlah sel darah putih pada tubuh.

Penyebab Usus Buntu

Penyebab usus buntu yang biasa ditemui kita temui adalah kebiasaan makan makanan pedas, kurangnya makan yang mengandung serat yang dapat mengakibatkan susah buang air besar dan adanya timbunan gas pada lambung yang mengakibatkan gas tidak dapat dikeluarkan semestinya sehingga menimbulkan sembelit. Usus buntu juga dapat terjadi karena makanan yang tidak diproses dengan semestinya yang dapat mengakibatkan penyumbatan pada usus.

Penyebab usus buntu yang lain dapat disebabkan oleh bakteri dan cacing jahat yang berkembang biak di dalam usus. Bakteri dan cacing yang meninggalkan kotoran pada dinding usus mengakibatkan terjadinya infeksi. Keadaan tersebut mengakibatkan usus tidak dapat mengeluarkan kotoran sehingga terjadi timbunan pada usus dan mengakibatkan penyakit usus buntu.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami penyakit usus buntu dapat dilihat dari ciri-ciri usus buntu yang dapat kita kenali. Jika penderita mengalami diare, biasanya kotoran yang dikeluarkan disertai dengan lendir dalam jumlah banyak. Pada umumnya tubuh akan mengeluarkan lendir pada saat buang air besar.

Namun, lendir yang keluar pada saat buang air besar. Jika terjadi pembuangan gas, intensitas pembuangan gas terbilang cukup tinggi. Penderita yang merasakan mual dan terkadang disertai muntah harus waspada. Seseorang dapat dikatakan menderita penyakit usus buntu apabila terjadinya muntah terjadi secara terus menerus. Dalam sehari proses terjadinya muntah dapat terjadi berkali-kali.

Tubuh yang mengalami demam tinggi dan menggigil merupakan ciri-ciri usus buntu yang biasa terjadi pada awal timbulnya penyakit ini. Demam yang terjadi biasanya disertai dengan diare yang berkepanjangan. Tubuh akan terasa lemas karena rutinitas diare yang disertai sakit pada bagian perut.

Awal rasa sakit adalah pada bagian pusar. Namun, rasa sakit akan berpindah pada bagian perut sebelah kanan. Rasa sakit akan menjadi-jadi apabila penderita usus buntu mengalami batuk-batuk maupun bersin. Pada saat penderita berada pada keadaan seperti ini, biasanya mereka hanya akan diam. Diam yang mereka lakukan bermaksud untuk mengurangi rasa sakit. Jika mereka banyak bergerak, sakit yang mereka rasakan pun bertambah.