Sebaiknya Wanita Melakukan Empat Jenis Pemeriksaan Kesehatan Ini

Sobat sekalian, penyakit yang menyerang kesehatan organ intim wanita cukup banyak. Misalnya kanker serviks, kanker payudara, kista. Sebagaimana juga pria, wanita cukup rentan menderita penyakit-penyakit tersebut. Oleh karena itu ada baiknya untuk segera melakukan deteksi dini bila mengalami gangguan dini yang mengarah pada penyakit-pemnyakit tersebut.

Tentu saja sangat berbahaya bila dibiarkan berlarut-larut. Apalagi jika sudah memasuki stadium lanjut, justru pengobatan akan cukup sulit dilakukan. Sempatkanlah untuk melakukan minimal lima jenis pemeriksaan kesehatan berikut ini dalam rangka menghindari penyakit yang tidak diinginkan. Bila perlu juga lakukan tes kesehatan rutin.

Apa saja tes kesehatan yang perlu dilakukan kaum wanita dalam rangka mendeteksi dini penyakit-penyakit berbahaya tersebut? Menurut Times of India (27/12/2013) (Detik.com), berikut ini adalah empat jenis pemeriksaan kesehatan wajib dilakukan:

1. Periksa Kanker Ovarium

Kanker Ovarium sudah menyebabkan wanita meninggal dengan jumlah rata-rata 15.000 per tahun. Biasanya penyakit kanker ini menyerang mereka yang sudah menginjak antara 50 sampai 75. Karena itu taka da salahnya bila pemeriksaan kanker ovarium ini dilakukan rutin. Dalam mendeteksi penyakit kanker ovarium, biasanya dokter akan memeriksa organ intim dan dilanjutkan ke rahim dan ovarium.

2. Tes Pap Smear

test-pap-smearPap smear merupakan pemeriksaan dengan mengambil contoh sel-sel leher Rahim. Lalu dianalisis guna mendeteksi dini kanker leher rahim.  Dengan tes ini kita bisa menemukan adanya infeksi atau sel-sel tidak normal yang bisa berubah menjadi sel kanker. Bila ditemukan demikian Anda sudah bisa melakukan tindakan pencegahan dini. Tes ini wajib buat kaum wanita muda maupun sudah dewasa. Tes pap smear bermanfaat untuk memastikan ada tidaknya sel abnormal yang berpotensi berkembang menjadi sel kanker pada vagina dan leher rahim wanita. Di Indonesia kini makin mudah untuk melakukan Tes Pap Smear. Anda pun bisa menanyakan pada Puskesmas terdekat dokter yang memang kompeten dalam test ini. Bila ditemukan sesuatu yang tidak normal pada tubuh, tindakan dini sudah bias dilakukan. Memang idealnya Tes Pap Smear ini dilakukan saat perempuan menginjak usia 21 baru setelah itu dilakukan setiap tiga tahun sekali. Untuk wanita berusia 30 tahun ke atas tes Pap Smear ini bisa dilakukan tiap 5 tahunan kecuali bila ditemukan adanya kondisi tidak normal.

3. Mamografi untuk Memeriksa Benjolan Payudara

Saat menginjak usia 40 tahunan, sebaiknya wanita melakukan tes mamografi. Mamografi dilakukan dengan menggunakan radiasi sinar X bertaraf rendah, dalam rangka pemeriksaan payudara dan daerah sekitar payudara. Dengan Mamografi ini akan mampu mendeteksi benjolan-benjolan kecil yang mungkin tidak terdeteksi ketika dilakukan pemeriksaan rutin biasa. Lakukan pemeriksaan ini untuk mendeteksi sejak dini kanker payudara sedini mungkin agar tidak lebih fatal di masa yang akan datang.

4. Pemeriksaan Osteoporosis

Dalam melakukan pemeriksaan osteoporosis menggunakan sinar X berenergi ganda. Dari sana akan diketahui tingkat kepadatan tulang seseorang dan risiko osteoporosis yang potensi terjadi. Pemeriksaan ini penting sebab bila pengeroposan tulang terjadi justru mengakibatkan patah dan tentu akan sangat sulit disembuhkan. Ini biasanya terjadi pada wanita pasca menopause. Mereka biasanya menderita tulang rapuh dan berisiko tinggi terkena osteoporosis. Anjurannya, saat menginjak usia 65 sebaiknya para wanita melakukan rontgen osteoporosis.

Dari berbagai sumber

Gambar http://meetdoctor.com/uploads/article/pap%20smear.JPG

One Comment

Silakan berkomentar