Sehat Melalui Makanan Berserat

makanan berseratMenjaga kesehatan tubuh di zaman sekarang sepertinya memang tidak mudah. Meski dunia modern saat ini bisa menyediakan semuanya, namun berbagai ancaman bagi kesehatan kita juga datang dari segala penjuru.

Wapadai Apa Yang Anda Makan

Udara bersih yang susah didapat, lingkungan yang semakin kurang sehat, sampah dan limbah di mana-manam, ragam penyakit yang bisa masuk kapan saja, dan minimnya kesempatan berolahraga karena kesibukan, adalah sekian ancaman kesehatan kita. Dan, salah satu sumber penyakit yang juga perlu diwaspadai adalah dari apa yang kita makan setiap hari.

Makan makanan yang sehat adalah salah satu cara yang paling bisa kita jangkau untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena kitalah yang menentukan dengan sadar apa yang akan kita makan. Makanan yang sehat, sangat penting untuk menjaga stamina badan kita.

Di samping itu, makanan yang sehat sangat dibutuhkan untuk menjaga berbagai organ penting tubuh kita mulai lever(hati), jantung, lambung, usus, ginjal dan sebagainya. Namun, apakah kita bisa memastikan makanan yang kita pilih benar-benar sehat. Bisa jadi, ketika kita memasak di rumah, kita tahu bahwa bahan-bahannya adalah alami, segar, dan sehat.

Namun apakah proses pembuatan bahan-bahan tersebut betul betul aman?Wallahu a’lam

Awas Kontaminasi Pestisida

Yang jelas, dunia komoditas pangan kita sudah basah kuyup dengan yang namanya pestisida dan berbagai obat kimiawi lainnya. Apalagi bahan pangan import yang tentu susah untuk tidak melibatkan bahan pengawet untuk sampai di dapur rumah kita.

Sementara itu makanan yang tidak kita tahu proses memasak dan menyajikannya tentu akan membuat kita khawatir. Juga berbagai jajanan yang dimakan dengan lahap oleh anak-anak kita di pinggir jalan. Selama bertahun-tahun kita tidak tahu dengan pasti berapa kilogram racun dan sampah yang ada dalam tubuh kita.

Bahkan walaupun kita sudah selektif dalam memilih bahan makanan.

Memastikan BAB Lancar

Sayuran Fiber HerbalAku tidak menyalahkan istriku yang selalu cerewet kepada anak-anak soal makan sayur. Anak kecil memang susah untuk makan sayur. “Biar eeknya lancar dan tidak keras, Nak” begitu omelan istri saya yang hampir tiap hari kudengar.

Memang sesekali, anak sulungku sering mengaku sulit buah air besar (BAB). Susah sekali makan sayur. Sukanya hanya makan nasi dan lauk yang digoreng. Seperti anak-anak pada umumnya, makanan berkuah favoritnya adalah mie instan.

Maka kubiarkan saja ibunya mengomel memaksanya makan sayur. Konon sayuran memang sumber serat alami yang baik. Dan setiap hari kita butuh serat yang cukup, karena setiap hari organ pencernaan kita bekerja. Dan dengan serat yang cukuplah yang mampu membantu mengeluarkan berbagai racun dan sampah dari tubuh kita (detoks).

Menurut Gigih Kurniawan dalam Fiber Herbal, serat alami atau FIBER HERBAL  adalah serat dari tumbuhan yang dimanfaatkan untuk bahan pangan. Serat didapat dari buah-buahan, sayuran, umbi-umbian dan biji bijian yang masih segar. Kebutuhan serat yang cukup, akan membantu organ tubuh kita terhindar dari berbagai penyakit berbahaya seperti diabetes, kolesterol, jantung coroner, kanker usus, sembelit dan lain-lain.

Serat membantu lever (hati) untuk menormalkan kadar kolesterol dalam tubuh kita. Di samping juga mengikat berbagai sampah yang ada di usus yang mengendap berhari-hari, bahkan bertahun tahun lamanya.

Nenekku +90th Yang Masih Sehat

Serat juga dibutuhkan untuk menormalkan gula darah. Nasi yang menjadi makanan favorit kita ternyata menjadi bahan makanan yang paling cepat diubah menjadi gula darah. Jika tidak diimbangi dengan makanan berserat, tentu kadar gula darah kita akan tinggi dan diabetespun datang tanpa permisi.

Umbi fiber herbalAku jadi ingat Bapakku yang menderita diabetes. Usianya hampir 70 tahun. Pada akhirnya beliau harus mengurangi nasi dan menggantinya dengan bahan pangan yang berserat tinggi.

Bahan pangan seperti singkong, ketela, talas, uwi, enthik, sukun dan sebagainya menjadi asupan wajib tiap harinya. Padahal, nenekku (ibu dari ibu kandungku) yang berusia  di atas 90 tahun dan memiliki belasan cicit, menjadikan bahan pangan yang disebut di atas sebagai bahan pangan favorit hingga sekarang.

Anehnya, nenek saya adalah perokok aktif sejak muda. Sebungkus rokok dan secangkir kopi selalu menemani aktivitasnya setiap hari. Gudang Garam Surya (maaf sebut merek) adalah rokok favorit beliau. Namun kesehatannnya mampu mengalahkan orang-orang generasi sesudahnya. Karenanya, akupun sesekali mencoba mengganti nasi dengan bahan pangan yang “seret” di tenggorokan tersebut.

Karena Aku perokok, dan Aku ingin berumur panjang seperti nenek. Amiin.

Pola makan yang sehat tidak harus mahal. Bahkan makanan yang sehat cenderung lebih murah. Memang terkadang agak sedikit berkeringat. Harus punya relasi dengan tukang sayur atau dengan pergi ke pasar dan memasak sendiri. Kebutuhan tubuh akan serat harus kita usahakan dan harus bisa menjadi gaya hidup.

Jangan menunggu tua untuk kembali ke makanan alami. Pola makan yang kita biasakan sekarang, adalah invenstasi nyata di masa depan. Mari kita ajari anak-anak kita untuk cukup mengkonsumsi serat alami sebagai tabungan umur di masa depan.

Oleh Riansyah, Kontributor di FIFORLIF FIBER HERBAL