Selamat Menunaikan Ibadah Ramadlan 2014

Suka cita Ramadlan telah tiba. Bagi kaum muslimin bulan puasa atau bulan Ramadlan merupakan bulan yang sangat dinanti. Bulan tempat mengumpulkan pahala-pahala ibadah dan semakin mendekatkan diri kepada Yang Kuasa. Kami dari Foredi.co mengucapkan selamat menjalankan ibadah Ramadlan bagi yang menjalankannya dengan harapan semoga bulan ini kita bisa keluar sebagai pemenang dan diampuni segala dosa.

Dalam konsep berpuasa dalam Isalam, Allah berfirman, bahwa puasa hanya diwajibkan bagi orang yang beriman. Sebab beriman adalah level tertinggi manusia dalam upaya pencapaian kesempurnaan hidup. Puasa yang dilakukan orang yang beriman sungguh-sungguh akan mewujudkan tatanan dunia yang adil dan berimbang.

Tatanan dunia yang adil adalah wilayah di mana kita bisa menyerahkan segala perbuatan kita sepenuhnya kepada Allah. Karena itulah di akhir ayat itu, Allah mengemukakan, “agar engkau sekalian bertaqwa”. Pada sisi tingkatan, bertaqwa adalah berada sebanding konsep beriman. Bertaqwa secara harfiah kita definisikan sebagai suatu upaya untuk mematuhi perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Dengan melihat dari sudut pandang “puasa” sebagai aturan, maka Allah telah mengajarkan pada kita bahwa syariah perlu diberlakukan dalam kondisi yang tepat, yakni ketika seorang individu sudah mencapai tingkat keberimanan. Kalau sudah demikian, maka aturan-aturan agama tidak justru menjadi belenggu bagi pemeluknya, tapi sebagai upaya untuk membebaskan diri.

***

Puasa Ramadlan

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan yang dinantikan sebagian besar umat Muslim ini telah menjadi icon peribadatan sejak zaman pra dan pasca Nabi Muhammad. Bulan Ramadhan adalah bulan yang diyakini penuh dengan berkah. Segala amalan dan ibadah oleh Tuhan dilipatgandakan pahalanya. Segala dosa diberikan ruang dan waktu untuk pengampunan. Segala keistimewaan diberikan kepada hambanya untuk menentukan arah-diri.

Bulan puasa menjadi sebuah momentum ibadah spesial yang tiada bandingannya dengan bulan-bulan yang lain. Tidak tanggung-tanggung, Allah pun membagi hari-hari di bulan puasa ini menjadi tiga fase, dari rahmat sampai pembebasan api neraka. Fase-fase ini bahkan kalau kita pelajari, menjadi semacam tolok ukur bagi kita semua untuk memahami, mengerti  sekaligus mengerti apa sesungguhnya substansi kehidupan ini.

Bulan puasa ini pun menjadi semacam ujian bagi umat Muslim untuk membuktikan ketaatan pada Allah serta pengabdian dan kasih sayangnya pada manusia yang lain. Sebab di sinilah letak kesempurnaan iman seseorang, yakni tatkala seseorang sudah mampu memberi jembatan penghubung antara peribadatan kepada Allah yang transendental, dan kepedulian kepada sesama yang imanen. Ketika maksud yang demikian sudah tercapai, maka Islam sebagai agama yang rahmatan al-alamin (rahmat bagi seluruh alam) menemukan penerapan yang sesungguhnya.

Dalam bulan puasa ini, ada baiknya kita merenungkan kembali ayat al-Qur’an yang menjadi dasar segala perintah dan larangan dalam berpuasa. “Wahai orang yang beriman, berpuasalah kamu …supaya kamu menjadi orang yang bertaqwa.” Allah mewajibkan orang agar berpuasa –memasuki ruang ujian– adalah khusus bagi orang-orang yang beriman saja. Hanya ber-Islam saja, namun dalam hatinya belum beriman, Allah tidak mewajibkan mereka untuk berpuasa.

Akhir kata, selamat berpuasa bagi yang menjalankannya. Semoga kita senantiasa dilimpahi Rahmat dan Ampunan dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin

One Comment

  1. Pingback: Selamat Menjalankan Ibadah Puasa Ramadan 2015 - FOREDI.CO

Silakan berkomentar