seks-untuk-umur-tuaSetiap orang akan bertambah umur dan lazim bila dari segi fisik mengalami berbagai kekurangan dalam berbagai hal. Yang paling sering dikeluhkan, oh dulu waktu saya maish muda masih kuat melakukan ini dan itu, sekarang sudah tua, badan capek semua.

Makin Tua Makin Loyo? Mitos!

Begitulah juga untuk mitos yang berkembang dalam masalah seks. Namun demikian urusan seks, siapa bilang semakin tua tidak bisa semakin bergairah? Jadi sebaiknya kita mempertanyakan kembali mengenai mitos seiring dengan pertambahan usia, hubungan seks juga semakin menurun.

Ada riset/penelitian yang membuktikan bahwa mitos tersebut salah. Para ahli menyatakan justru makin bertambah usia maka hubungan intim justru makin INTIM dan makin mesra. Orang bilang, tua-tua keladi makin tua makin menjadi? Dalam urusan seks bisa saja demikian.

Artikel detik.com pagi ini mereferensikan masalah tersebut. Intinya adalah bahwa semakin gairah makin menurun itu tidak selamanya benar dan bahkan hanya merupakan mitos belaka

Kepuasan Makin Meningkat

Pada 2008 adfa penelitian dalam Jurnal Psychological Science dimana ditunjukkan bahwa makin bertambah umur bukanlah penghalang untuk bercinta dan menggelorakan asmara. Bahkan dalam penelitian tersebut diketahui kepuasan pasangan pada pernikahan justru semakin meningkat saat usia menua. Khususnya ini terjadi karena anak-anak sudah lagi tinggal bersama. Pada saat itulah pasangan semakin bebas melakukan ekspresi bercinta dan lebih menikmati kualitas intim yang lebih baik.

Pakar seks David Schnarch menyatakan mengapa seks di usia tua justru lebih nikmat. Sebab pada masa itulah urusan bercinta lebih matang dan lebih dewasa. Memang betul umur keemasan menginjak usia 20-30an tahun. Namun pada umur2 itu justru kedewasaan dan kematangan bercinta belum sepenuhnya. Dengan kata lain, siapa bilang semakin tua tidak semakin perkasa?

Pada saat usia sudah menginjak ndewasa, justru kita lebih bisa menerima kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Dan dalam kaitannya dengan masalah seksualitas maka psikologi saling menerima itulah yang paling penting dalam komunikasi seks. Seseorang akan bisa memilah apa yang disukai dan tidak disukai serta tidak takut untuk mengungkapkan apa yang diinginkan. Dalam hal seks, itulah yang paling membuat gelora asmara makin kuat dan berkualitas.

Di sisi lain menurut pakar Ian Kerner dinyatakan perbedaan antara orang yang sudah tua dan masih muda dalam urusan seks adalah saat usia bertambah seks menjadi lebih lambat. Pada kondisi ini, sangat penting untuk pasangan memahami saat seseorang membutuhkan waktu lebih untuk bisa ereksi atau terlubrikasi bukan berarti orang tersebut tidak bergairah. Di sini lagi-lagi komunikasi seks menjadi sangat penting.

Makin Menikmati Foreplay

Lambat dalam hal berhubungan intim justru menurut para pakar di atas itu dapat membuat kehidupan seks lebih baik. Mengapa? Sebab pada kondisi ini pasangan akan mendapatkan waktu lebih banyak untuk melakukan foreplay dan pada akhirnya akan merasa terhubung satu sama lain saat bercinta. Mereka lebih bisa menikmati pemanasan sebelum bercinta, dan akan lebih mengandalkan kasih sayang dan cinta dalam hubungan intim, bukan nafsu semata.

Pada kondisi ini juga akan memberikan peluang bagi pasangan untuk menemukan jati diri mereka sendiri secara seksual, terutama yang berkaitan dengan mana hal-hal yang disukai dan mana yang tidak.

Inti dari artikel ini adalah, usia tidak menjadi penghalang bagi pasangan suami istri untuk terus melanggengkan hubungan percintaan dalam suasana yang lebih romantis dan asmara yang penuh gairah.

Salam sehat dan bahagia selalu untuk pasutri Indonesia …