Supaya seks tetap dalam kondisi prima, ada empat hal yang ditekankan oleh Boyke:

  1. Hubungan seks tetap dilakukan dalam ikatan perkawinan. Jangan coba-coba melanggar aturan ini.
  2. Seks dilakukan dengan perasaan cinta, bukan dengan membayar atau melakukannya secara asal-asalan demi kepuasan nafsu belaka.
  3. Hubungan seksual dilakukan dengan keterlibatan emosi masing-masing pasangan, dengan tujuan untuk bisa saling memuaskan.
  4. Seks bisa dilakukan dengan mencoba teknik dan variasi baru agar tidak membosankan. Hal ini sifatnya sangat subyektif sesuai dengan keinginan masing-masing pasangan.

Boyke menjelaskan bila salah satu dari keempat hal ini tidak tercapai dikhawatirkan akan mengganggu keharmonisan pasangan.

Namun dari semua faktor di atas, komunikasi intim memegang peranan kunci dalam hubungan rumah tangga. Perselingkuhan awalnya sering terjadi karena adanya kesenjangan dalam komunikasi ini.

Memang dari keempat hal di atas, faktor keterlibatan emosi bisa memancing terjadinya perselingkuhan. Bahkan makin panjang usia pernikahan, seks akhirnya hanya dianggap sebagai rutinitas saja. Rasa jemu menghinggapi pasangan baik suami maupun istri.

Teknik dan Variasi Monoton

Rasa bosan itu, menurut Boyke, bisa terkait dengan teknik dan variasi yang monoton. Variasi yang monoton akan memperkecil keterlibatan emosi. Apalagi bila istri hanya asal melayani saja dan hanya dianggap sebagai kewajiban. Akibatnya lalu dia hanya pura-pura orgasme supaya hubungan cepat selesai. Sumai pun demikian. Tak ada rasa cinta, hubungan pun terasa hambar.

Biasanya suami mengeluh istrinya terlalu konservatif. Padahal dirinya, terutama yang sudah berusia 40 tahun ke atas, kadangkala memerlukan rangsangan terlebih dahulu . Hal-hal yang bermula dari tertutupnya saluran komunikasi inilah yang kerap mendorong suami lalu “jajan” di luar. Sang pria kerap mendatangi pekerja seks komersial (PSK) atau juga melakukan perselingkuhan.

Klinik Pasutri Boyke

Para istri pun demikian. Bahkan di Klinik Pasutri-nya Boyke dinyatakan banyak ditemukan kasus istri berselingkuh . Penyebabnya karena para suami yang menderita ejakulasi dini. Selain itu karena para suami yang menderita disfungsi, impotensi, kurang perhatian, dan seterusnya.

Bila menghadapi kasus demikian, Boyke akan memanggil pasangan itu satu per satu. Terlebih dahulu akan diperdalam masalah yang diderita masing-masing. Selanjutnya mereka akan mendapatkan pekerjaan rumah untuk menuliskan apa yang dikehendaki masing-masing atas pasangannya.

Boyke menambahkan, nanti hasil dari PR itu akan dipertukarkan, tentunya setelah diperhalus. Bila sudah, maka keduanya akan dipanggil lagi secara bersama-sama. Menurut Boyke, banyak pasangan yang kerap menahan bicara untuk menjaga perasaan pasangannya. Akibatnya hal itu hanya menjadi amarah yang terpendam.

Boyke menambahkan, dalam berbagai kasus ia hanyalah bertugas untuk mengurai benang kusut komunikasi yang tidak berjalan dalam sebuah rumah tangga. Setelah kran komunikasi dibuka, biasanya pasangan itu harmonis kembali, tutur Boyke.

Sumber: diadaptasi dari Majalah Intisari Agustus 2003