Tips Memilih Obat Kuat yang Aman untuk Keperkasaan Pria

Saat ini memang permintaan akan obat kuat sangatlah tinggi. Banyak kaum suami yang menginginkan mengkonsumsi obat kuat karena ingin meningkatkan kejantanan dan keperkasaan di depan istrinya. Entah karena faktor daya tubuh yang semakin menurun, atau karena masalah kejiwaan seperti stress atau depresi, atau masalah depresi pada diri kaum lelaki membuat organ intim keperkasaannya menurun kekuatannya. Itulah kenapa saat ini begitu banyak orang ingin membeli obat kuat.

Hal tersebut tidak mengherankan lantaran perkembangan dunia modern yang semakin cepat membuat perubahan daya tahan kesehatan tubuh. Tubuh semakin cepat terasa loyo dan sakit karena sehari-hari diajak untuk bekerja dan berkompetisi untuk mengarungi kehidupan. Alasan itu pula yang membuat saat ini permintaan akan obat yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh semakin besar.

Hati Hati Efek Samping Obat Kuat

Namun demikian hendaknya diperhatikan secara teliti karena tidak semua obat kuat itu bisa berfungsi maksimal sesuai keinginan konsumen. Alih-alih sebagian besar obat kuat yang beredar di pasaran justru berbahaya untuk tubuh pengguna. Umumnya menggunakan bahan kimia obat (BKO) yang justru menimbulkan dampak yang negatif, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Jadi mestilah secara bijak dipertimbangkan Efek Samping Obat Kuat yang negatif bagi tubuh.

Tips awal untuk mengetahui apakah suatu obat kuat berfungsi efektif atau tidak, atau memiliki dampak negatif berbahaya atau tidak, sebaiknya dilihat dari komposisi obat itu sendiri. Obat yang baik tidak menyembunyikan bahan-bahan pembuatannya dan komposisi yang dipakainya. Selain itu yang paling penting bagi konsumen adalah memilih obat yang telah terdaftar di badan kesehatan yang berwenang atau tidak.

Dan kalau perlu di cross check ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) atau Departemen Kesehatan, kalau di Indonesia. Mengapa demikian? Sebab begitu banyak obat yang tertera memiliki label registrasi namun nyatanya itu hanya akal-akalan penjualan saja.

Tips lain, jangan lupa pilih yang herbal. Karena dengan kandungan herbal, umumnya lebih bermanfaat bagi kesehatan tubuh dibandingkan yang banyak mengandung bahan kimia.

Foredi Gel untuk Tahan Lama

Foredi yang kami jual di website www.Foredi.co ini memiliki legalitas resmi di BPOM RI. Jadi Anda bisa menanyakan atau memeriksanya ke BPOM RI langsung atau cek di website BPOM. Perlu diketahui bahwa Foredi sudah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dengan Nomer Register: POM TR 052.642.331.

Keduanya terbuat dari bahan herbal. Silakan klik link komposisi Foredi Gel dan lihat yang terdapat di dalamnya. Selain itu produk unggulan kami karena direkomendasikan oleh pakar kesehatan reproduksi ternama, Boyke Dian Nugraha. Itulah yang membuat saat ini baik Foredi Gel cukup diminati konsumen, apalagi harganya sangat terjangkau.

Tidak hanya itu, yang ingin bergabung dalam bisnis Foredi Gel ini hari demi hari juga makin banyak … semuanya dilakukan di atas visi untuk menciptakan Keluarga Indonesia yang Lebih Harmonis dan Sejahtera.

Salam sehat, sejahtera dan bahagia selalu Keluarga Indonesia …

Mencoba Obat Herbal sebagai Obat Kuat

Diakui oleh Boyke, sekitar 90% pasien pria pernah mencoba obat-obatan lebih dahulu sebelum berkonsultasi di Klink Pasutri nya. Mereka bahkan datang ke Mak Erot, minum obat-obatan Cina, atau mencampur Viagra dengan suplemen penambah stamina.

Padahal, setelah konsultasi dengan Boyke, sosok penggemar musik klasik ringan ini, si pasien hanya mengalami kelainan psikologisakibat stres. Karena itu biasanya terapinya hanya ditambah dengan sedikit olahraga, tambah sedikit penenang sudah bagus hasilnya.

Boyke sendiri kadang prihatin dengan kecenderungan masyarakat yang mengobati dirinya sedniri tanpa tahu penyakitnya apa. Kalau bersama dengan dokter akan diketahui terlebih dahulu jenis penyakit yang dideritanya lalu dilakukan terapi yang cocok. Sehingga pengobatannya bisa lebih terkendali, cepat disembuhkan akar penyakitnya dan lebih aman.

Ia menaruh hormat pada obat-obatan tradisional untuk pria, di antaranya dari Cina, sanrego dari Sulawesi Selatan, purwaceng dari Jawa Tengah dan pasak bumi dari Kalimantan. Sepanjang obat-obatan tersebut aman dan memberikan manfaat nyata tidak masalah.

“Hanya saja, jika ingin berbarengan minumnya, lihat dulu kandungan jamunya. Jangan lupa perhatikan label dari POM atau dari Depkes kalau mau membeli jamu instan,” tutur Boyke.

Mengantisipasi adanya produk jamu yang dicampur dengan senyawa kimia, Boyke sering menyarankan agar pasien hati-hati dan lebih baik mebuat jamunya sendiri. Salah satu resepnya adalah campuran madu dan telur setengah matang plus jinten atau campuran lada hitam, telur bebek dan jeruk nipis.

Kalaupun lebih menyukai jamu siap saji, pastikan jamu tersebut telah melewati berbagai uji. Menurut Sonia Grania Wibisono, “Jamu harus melalui uji praklinis dan klinis atau uji manfaat.” Dengan bukti ilmiah, kualitas jamu bisa lebih terjamin.

Jamu sering dicurigai dapat merusak lever, dr Sonia mengingatkan untuk tidak sembarangan minum jamu yang tidak diketahui pasti isinya dan siapa produsennya. Karena itu kita harus selektif memilih yang ada daftar komposisinya dan terdaftar resmi dari pihak berwenang.

Jamu memang biasa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh atau mengobati beberapa gejala. Sifatnya mirip makanan tambahan atau makanan suplemen. Jamu memang bisa dipakai sebagai makanan tambahan agar tubuh bisa berfungsi lebih baik dan tidak membuat ketagihan.

Sejauh ini sejumlah perusahaan jamu besar terus-menerus meningkatkan kulaitas produknya. Manfaat dan kemasannya bersaing dengan produk industri farmasi. Hal ini yang membuat banyak orang kini melirik jamu sebagai alternatif untuk penyembuhan, baik untuk sakit ringan maupun sakit berat.

Namun demikian konsumen diharapkan tetap waspada  dan berhati-hati. Banyak merek jamu beredar dengan kemasan dan promosi yang menggugah minat konsumen, tapi justru isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Bukan hanya penyakit yang tak kunjung sembuh, malah justru menimbulkan penyakit lain khususnya yang berhubungan dengan lever.

Sebagai penutup, seharusnya bukan obat-obatan yang menjamin keharmonisan hubungan suami istri, namun sebaiknya ada perubahan pola hidup lebih sehat dari segi fisik maupun psikis. Memperbaiki sikap dan memberi variasi terhadap seks itu sendiri yang malah sering menjadi solusi. Murah dan tak beresiko.

Sumber: diadaptasi dari Majalah Intisari Agustus 2003